Pertempuran jalanan sengit di Sievierodonetsk, Ukraina, pertempuran penting bagi Donbas

0 Comments

KYIV, KOMPAS.com – Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Ukraina terlibat dalam pertempuran jalanan sengit dengan tentara Rusia di kota industri Sievierodonetsk, pertempuran penting dalam upaya Kremlin untuk menguasai wilayah Donbas timur.

“Di kota, pertempuran jalanan sengit terus berlanjut,” katanya dalam pidato video malamnya pada Senin (6 Juni).

“Mereka melebihi jumlah kita, mereka lebih kuat,” kata Zelensky kepada wartawan pada sebuah briefing. Tetapi pasukan Ukraina memiliki “setiap kesempatan” untuk melawan, tambahnya.

“Dan Donbas Ukraina berdiri, berdiri kuat,” tambahnya mengacu pada wilayah di mana Sievierodonetsk berada.

Tidak jelas pihak mana yang berada di atas angin, dengan “situasi berubah dari jam ke jam”, Oleksandr Stryuk, kepala administrasi di Sievierodonetsk, mengatakan di televisi.

Dia memperingatkan bahwa pasukannya kalah jumlah oleh pihak Rusia yang “lebih kuat”, mengatakan kepada wartawan dalam pidato terpisah bahwa “kami bertahan”, tetapi “ada lebih banyak dari mereka dan mereka lebih kuat”.

Kota ini telah menjadi target utama serangan Rusia di Donbas – yang terdiri dari provinsi Luhansk dan Donetsk – ketika invasi Kremlin berlanjut dalam perang gesekan yang telah membuat kota-kota dihancurkan oleh rentetan artileri.

Kementerian pertahanan Ukraina mengatakan Rusia juga mengerahkan pasukan dan peralatan ke dalam upayanya untuk merebut kota terbesar yang dikuasai Ukraina yang tersisa di Luhansk.

Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai mengatakan sebelumnya pada hari Senin situasinya memburuk setelah para pembela Ukraina telah mendorong kembali Rusia selama akhir pekan karena mereka tampak dekat dengan kemenangan.

Dalam pembaruan malamnya, militer Ukraina mengatakan dua warga sipil tewas dalam penembakan Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk pada hari Senin dan bahwa pasukan Rusia telah menembaki lebih dari 20 komunitas.

Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi laporan medan perang. Rusia membantah menargetkan warga sipil dalam konflik tersebut.

Rusia mengatakan sedang dalam misi untuk “membebaskan” Donbas – sebagian dipegang oleh proksi separatis Moskow sejak 2014 – setelah pasukan Ukraina mendorong pasukannya kembali dari ibukota Kyiv dan kota kedua Ukraina Kharkiv pada tahap awal perang.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, tetapi menyebut tindakannya sebagai “operasi militer khusus” untuk membasmi apa yang dilihatnya sebagai ancaman terhadap keamanannya. Ukraina dan sekutu Baratnya menyebut ini dalih tak berdasar untuk perang untuk merebut wilayah yang berisiko berubah menjadi konflik Eropa yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts